TOPOLOGI LOGIC

Jumat, 16 Maret 2012 2 komentar



BAB I
PENDAHULUAN



1.1  Latar Belakang

        Tujuan utama dari dibangunnya suatu jaringan komputer adalah menghubungkan jaringan-jaringan yang telah ada dalam jaringan tersebut sehingga informasi dapat ditransfer dari satu lokasi ke lokasi yang lain. Topologi menggambarkan struktur dari suatu jaringan atau bagaimana sebuah jaringan didesain. Atau dengan kata lain, Topologi jaringan bisa diartikan, Cara menghubungkan komputer satu dengan komputer lainnya sehingga membentuk jaringan.
        Jaringan ini disusun berdasarkan beberapa metode yang dikenal dengan topologi jaringan. Diantaranya ada yang dikenal dengan ArcNET, Ethernet, Token Ring, dan FDDI. Untuk mengetahui lebih dalam lagi, dalam makalah ini akan dijelaskan mengenai jenis-jenis topologi logic. 

1.2 Tujuan
           Berdasarkan latar belakang di atas, makalah ini bertujuan untuk mengetahui tentang jenis-jenis topologi logic beserta kelebihan-kelebihan dan kelemahan-kelemahannya. 

1.3 Lingkup Masalah

       Masalah jenis-jenis topologi jaringan dipandang relatif luas. Dalam makalah ini hanya lebih menekankan pada topologi logic.



BAB II
PEMBAHASAN



2.1 Pengertian Topologi Logic

Ada 2 bentuk arsitektur/topologi jaringan komputer yaitu logic dan fisik. Di posting ini kita bahas secara umum tentang  topologi logic.

Sesuai namanya, Logic, maka maksud dari topologi ini adalah gambaran bagaimana hubungan-hubungan secara logika yang terjadi antar masing-masing komputer dalam jaringan.

2.2 Jenis-Jenis Topologi Logic
Beberapa bentuk arsitektur dan topologi logic yang telah ada diantaranya adalah ArcNET, Ethernet, Token Ring, FDDI dan sebagainya. Masih banyak arsitektur lainnya, sebagiannya ditinggalkan tetapi ada juga yang tetap terus dikembangkan. Dari sekian banyak arsitektur tersebut, yang paling umum dikenal dan banyak digunakan adalah arsitektur/topologi Ethernet.


Berikut ini akan di jelaskan satu persatu mengenai jenis-jenis topologi logic baserta gambar dan kelebihan dan kekurangannya.



*      ArcNET



Arsitektur tipe ini sudah sangat jarang digunakan dan tidak begitu populer. Dikembangkan oleh Data Point. Jaringan dengan topologi ini sangat simpel dan murah, tetapi tidak cocok untuk lingkungan jaringan yang membutuhkan kecepatan transfer data yang tinggi. Kecepatan transfer arsitektur ini sekitar 2,5Mbps, sehingga kurang diminati oleh arsitek jaringan komputer.
ArcNET biasanya menggunakan topologi fisik BUS atau STAR dengan media transmisi kabel Coaxial RG62. Pada topologi BUS, di setiap ujung rangkaian kabel (2 komputer yang paling ujung dari jaringan) harus dipasang terminator untuk menutup
jaringan. Sedangkan pada topologi STAR diperlukan HUB atau Concentrator untuk menghubungkan komputer yang 1 dengan yang lainnya.
Ø      Cara Kerja ArcNet
Prinsip kerjanya menggunakan token passing scheme dan broadcast dimana dalam jaringan komputer tersebut ada token yang mengalir dan dapat ditempeli dengan data yang akan dikirim ke komputer tujuan.

·         Kelebihan
o       Simple dan sangat murah
·         Kekurangan
o       Tidak cocok untuk kecepatan transfer data yang tinggi

*      Token Ring
Token Ring dikembangkan oleh IBM dan di standarisasi dengan IEEE 802.5. Kecepatan transfer data arsitektur ini adalah 16Mbps dengan media transmisi kabel UTP ataupun STP dan topologi fisik yang digunakan umumnya adalah STAR yang memerlukan HUB.
Ø      Cara kerja Token Ring
Pada jaringan Token Ring, sebuah token bebas mengalir dalam jaringan, jika satu node ingin mengirimkan paket data, maka paket data yang akan dikirimkan ditempelkan pada token, pada waktu token berisi data, node lain tidak dapat mengirimkan data. Token passing digunakan dalam arsitektur ini untuk menghindari collision.



Data dalam jaringan dikirim oleh masing-masing komputer yang kemudian berjalan melingkar ke komputer-komputer yang lain untuk kemudian data tersebut akan diambil oleh komputer yang dituju atau yang membutuhkan. Pola transmisi ini tetap berlaku meskipun topologi menggunakan STAR.

·         Kelebihan
o       Tidak terjadi collision\tabrakan data

*      FDDI (Fiber Distributed Data Interface)


FDDI menggunakan kabel fiber optik yang bekerja berdasarkan 2 buah ring konsentris dengan kecepatan 100Mbps. Salah satu ring bisa berfungsi sebagai backup apabila ring yang lainnya atau node (komputer) lain terputus atau tidak beroperasi.
Jaringan dengan arsitektur ini memerlukan biaya yang cukup mahal, sehingga kurang cocok untuk membangun jaringan komputer yang sederhana seperti di rumah atau di kantor-kantor kecil.

                                         
v     Frame Format (format bingkai)
FDDI hanya menggunakan 2 jenis frame: data dan token, lihat Gambar berikut.

          GAMBAR Frame FDDI

v     Media Transmisi FDDI
FDDI menggunakan serat kaca sebagai media transmisi utamanya, namun juga dapat menggunakan media transmisi kabel tembaga dengan menggunakan spesifikasi Copper Distributed Data Interface (CDDI).
Berikut ini adalah bentuk dasar arstektur ring FDDI :



v     Spesifikasi FDDI
FDDI didefinisikan dalam 4 spesifikasi :
  1. Media Access Control (MAC) – Spesifikasi MAC mendefinisikan bagaimana suatu media transmisi diakses, termasuk definisi format frame, penanganan token, pengalamatan, algoritma perhitungan cyclic redundancy check (CRC), dan mekanisme error recovery.
  2. Physical Layer Protocol (PHY) – Spefisikasi PHY mendefinisikan prosedur enkoding/dekoding data, kebutuhan clock, framing dan fungsi lainnya.
  3. Physical Medium Dependent (PMD) — PMD mendefinisikan karakteristik media tarnsmisi, termasuk sambungan serat kaca, level listrik, bit error rates, komponen optik, dan konektor yang dibutuhkan.
  4. Station Management (SMT) — Spesifikasi SMT mendefinisikan konfigurasi stasiun FDDI, konfigurasi ring, dan kontrol terhadap ring, termasuk penambahan dan pengurangan stasiun baru, inisialisasi, perlindungan terhadap kegagaan dan recovery, penjadwalan, dan koleksi data statistik tentang jaringan FDDI.
·         Kelebihan
o       Menggunakan 2 buah ring konsentris dengan kecepatan 100Mbps
·         Kekurangan
o       Biayanya cukup mahal



*      Ethernet



Arsitektur ini dikembangkan oleh Xerox Corp. pada tahun 1970 dan di standarisasi IEEE 802.3 pada tahun 1980. Arsitektur Ethernet bisa dikatakan sebagai bentuk jaringan yang paling banyak digunakan. Hal ini dimungkinkan karena jaringan ini cukup sederhana dan mudah diinstalasi. Kecepatan transfer data cukup tinggi 10Mbps, 100Mbps dan terus berkembang hingga 1Gbps.
Arsitektur Ethernet ini dapat dibangun dengan media Coaxial RG58 atau RG8 dan juga kabel UTP dan HUB. Jaringan Ethernet yang menggunakan kabel Coaxial RG58 disebut Thin Ethernet atau 10Base2, jika menggunakan RG8 disebut Thick Ethernet atau 10Base5. Sedangkan yang menggunakan UTP disebut juga 10BaseT atau Fast Ethernet. Fast Ethernet ini yang paling banyak digunakan.



Ø      Cara Kerja Ethernet
Cara kerja arsitektur ini memakai metoda CSMA/CD (Carrier Sence Multiple Acces/collision detection). Bilamana suatu node mengirimkan paket melewati jaringan, maka node tersebut akan mengecek terlebih dahulu apakah jaringan sedang mengirimkan paket data atau tidak. jika jaringan sedang kosong, maka node akan mengirimkan paket data. Jika ternyata ada paket data lain, pada saat node akan mengirimkan data, maka akan terjadi collision. Bila hal ini terjadi maka jaringan dan node akan berhenti mengirimkan paket data, kemudian node dan jaringan.
Secara sederhana dapat digambarkan yaitu suatu host yang mengirimkan data kepada seluruh host lain pada media jaringan.


·         Kelebihan
o       Kecepatan transfer data cukup tinggi
·         Kekurangan
o       Akan sering terjadi collision\tabrakan data



Faktor – faktor yang perlu mendapat pertimbangan untuk pemilihan topologi adalah sebagai berikut :
1.                  Biaya, Sistem apa yang paling efisien yang dibutuhkan dalam organisasi.
2.                  Kecepatan, Sampai sejauh mana kecepatan yang dibutuhkan dalam sistem.
3.                  Lingkungan, Misalnya listrik atau faktor – faktor lingkungan yang lain, yang berpengaruh pada jenis perangkat keras yang digunakan.
4.                  Ukuran, Sampai  seberapa besar  ukuran  jaringan. Apakah  jaringan memerlukan  fileserver atau sejumlah server khusus.
5.                  Konektivitas, Apakah  pemakai  yang  lain  yang  menggunakan  komputer  laptop  perlu mengakses jaringan dari berbagai lokasi.





BAB III

PENUTUP


3.1 Simpulan
         Dalam definisi topologi terbagi menjadi dua, yaitu topologi fisik (physical topology) yang menunjukan posisi pemasangan kabel secara fisik dan topologi logic (logical topology) yang menunjukan bagaimana suatu media diakses oleh host.
Topologi logic adalah gambaran bagaimana hubungan-hubungan secara logika yang terjadi antar masing-masing komputer dalam jaringan.
Pada pembahasaan di atas telas di jilaskan jenis-jenis topologi logic yaitu ArcNET, Ethernet, Token Ring, FDDI. Dalam perbandingan antara semua topologi yang sudah dijelaskan sebelumnya, topologi logic yang paling banyak digunakan yaitu Ethernet. Karena  jaringan ini cukup sederhana dan mudah di instalasi. Kecepatan transfer data cukup tinggi 10Mbps, 100Mbps dan terus berkembang hingga 1Gbps.
                      3.2 Saran dan Kritik
Dalam makalah ini penulis menyarankan agar pembaca dapat mengerti mengenai topologi logic dan jenis-jenisnya.
Penulis menyadari bahwa makalah ini belum sempurna, oleh karena itu penulis mengharapkan kritikan yang positif agar dapat mengoreksi kesalahan yang ada dalam makalah ini.

2 komentar:

Poskan Komentar